Wajah cantik Sabina Altynbekova, 17 tahun, menjadi buah bibir di media massa dan media sosial belakangan ini. Tapi, kelebihan itu malah jadi blunder bagi kariernya di tim nasional U-19 voli indoor Kazakhstan.
Meme (foto olahan internet) tentang Sabina muncul dalam berbagai versi, termasuk versi Indonesia. Dari ajakan kepada para lelaki agar mulai menggandrungi atlet wanita ketimbang bintang sinetron sampai adegan lucu-lucuan yang melibatkan Roma Irama.
Wajah oriental, rambut sepunggung dengan poni di atas alis, plus postur tinggi semampai menjadi daya tariknya. Itu semua dipadu dengan balutan kostum voli--celana pendek dan kaus tanpa lengan. The Strats Timesmelaporkan fans Taiwan rela datang satu jam lebih awal ketika pertandingan timnas voli Kazakhstan sambil mengibarkan bendera negara pecahan Uni Soviet itu.
Video Sabina yang sedang pemanasan di YouTube juga diklik ribuan pengunjung. Akun twitternya dengan cepat mendapatkan 29 ribu follower. Juga Facebook yang di-like 200 ribu penggemar.
Tapi kemudian lewat akun istagram altynbekova_20, Sabina menegaskan akun-akun itu palsu. Dia hanya mempunyai dua media sosial: intagram--yang dijadikan untuk pengumuman itu--dan VK.
Tapi wajah cantik itu malah mengancam kariernya sebagai pemain voli. Pelatih timnas Nurlan Sadikov gusar dengan perhatian berlebihan publik kepada Sabina.
"Tidak mungkin bekerja dalam situasi seperti ini. Para penonton seolah menganggap hanya ada satu pemain di kejuaraan ini," keluh Sadikov saat mendampingi timnya dalam kejuaraan di Taiwan dan dikutipHuffingtonpost beberapa waktu lalu.
Keine Kommentare:
Kommentar veröffentlichen